Ada banyak mata kuliah Teknik Informatika, diantaranya :
1. Bahasa Inggris
2. Kewarganegaraan
3. Etika Profesi
4. Pendidikan Agama
5. Kewirausahaan
6. Fisika Dasar
7. Kalkulus I dan Kalkulus II
8. Logika Matematika (Logika Informatika)
9. Matematika Diskrit
10. Aljaber Linier dan Matrix
11. Metode Numerik
12. Statistik
13. Pengantar Teknologi Informasi
14. Algoritma dan Pemprograman
15. Struktur Data
16. Organisasi Komputer
17. Basis Data
18. Sistem Operasi
19. Jaringan Komputer
20. Analisis dan Desain Berorientasi Object
21. Arsitektur Komputer
22. Grafika Komputer (Computer Graphic)
23. Pemrograman Web
24. User Interface Desain (Interaksi Manusia dan Komputer)
25. Rekayasa Perangkat Lunak (dan Metodenya)
Tapi disini saya akan membahas tentang salah satu mata kuliah, yaitu Algoritma dan Pemrograman.
ALGORITMA PEMROGRAMAN
Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminologi algoritma. Namun, jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada setiap resep selalu ada urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila langkah-langkahnya tidak logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang diinginkan.
Program adalah kumpulan intruksi-intruksi tersendiri yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh programmer (pembuat program).
BEDA ALGORITMA DAN PROGRAM
Program adalah kompulan instruksi komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ini ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa kita sebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman.
Beberapa pakar memberi formula bahwa bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, semikian juga sebaliknya.
Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan diantaranya:
Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang mengeksekusinya.
Notasi algoritmik dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama karena algoritmanya sama.
Beberapa hal yang perlu dalam membuat algoritma diperhatikan:
Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami.
Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti pada notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik.
Tiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini karena teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau Program = Struktur Data + Algoritma diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalankannya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika translasi tersebut yaitu:
1. Pendeklarasian variabel.
Apakah bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan pendeklarasian variabel karena tidak semua bahasa pemrograman membutuhkannya.
2. Pemilihan tipe data.
Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan pendeklarasian variabel maka perlu dipertimbangkan pada saat pemilihan tipe data.
3. Pemakaian instruksi-instruksi.
Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
4. Aturan sintaks.
Pada saat menulis program kita terikat dengan aturan sintaks dari bahasa pemrograman yang akan digunakan.
5. Tampilan hasil.
Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini kita perhatikan ketika mengkonversikannya menjadi program.
6. Cara pengoperasian compiler atau interpreter.
Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk kelompok compiler atau interpreter.
PENYAJIAN ALGORITMA
Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yaitu dengan struktur bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan pseudocode. Pseudocode adalah kode yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya. Pseudocode ditulis berbasis pada bahasa pemrograman tertentu misalnya Pascal, C atau Python, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemrogram. Pseudocode lebih rinci daripada struktur bahasa Inggris, misalnya dalam menyatakan sintaks, tipe data yang digunakan dan lain-lain. Sedangkan algoritma yang disajikan dengan gambar, misalnya dengan flowchart. Flowchart bukan satu-satunya cara untuk menjelaskan atau menerangkan algoritma. Cara yang lain diantaranya:
1.Structure chart
2.Structure Chart Algorithm
3.DFD (Data Flow Diagram)
4.Data Flow Diagram
5.Warnier diagram
6.Warnier Diagram
7.IPO (Input Process Output)
8.IPO - Input Process Output
9.HIPO (Hierarchical Input Process Output)
10.HIPO (Hierarchical Input Process Output)
Tag


1 komentar:
Click here for komentarGood
ConversionConversion EmoticonEmoticon